Batu bara adalah sumber bahan bakar fosil yang paling banyak menghasilkan emisi karbon, bertanggung jawab atas 41% emisi bahan bakar global pada 2023. Untuk mengatasi masalah ini, muncul sejumlah usulan penutupan dini Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) batu bara dengan diterbitkannya kredit karbon dari kegiatan-kegiatan ini sebagai insentif keuangan.
Namun, pemberian kredit karbon semacam itu membawa risiko yang perlu diwaspadai, yang dibahas secara terperinci dalam dokumen arahan Carbon Market Watch. Berbagai inisiatif berupaya mewujudkan konsep ini melalui pengembangan aneka metodologi sebagai kerangka kerja yang dimaksudkan untuk menjamin integritas lingkungan dan keadilan sosial dari kredit yang dihasilkan.
Arahan ini disusun berdasarkan penelitian Oeko-Institut, yang didanai Carbon Market Watch. Oeko-Institut secara sistematis menganalisis validitas metodologi VM005 Verra, yaitu ‘Percepatan penutupan PLTU batu bara dengan transisi berkeadilan’ beserta modul pendampingnya, VMD0060 (gabungan acuan dan ketertambahan) dan VMD0061 (persyaratan transisi berkeadilan), yang secara bersama-sama merupakan metodologi VCM terdepan untuk menghasilkan kredit karbon dari penutupan dini PLTU batu bara.


